TULUNGAGUNG – Lintasnusantara,Com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya mengangkat potensi peternakan lokal agar semakin dikenal luas. Salah satu nyata dilakukan melalui penyelenggaraan Kontes Ternak Kambing Jerabang Tulungagung Regional Jawa Piala Bupati Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Desa Karangtalun, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin. Turut hadir Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, S.Sos., bersama jajaran terkait.
Penyelenggaraan kontes ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan bagi para peternak, melainkan juga sebagai sarana memperkenalkan kambing Jerabang yang merupakan salah satu potensi sumber daya genetik hewan lokal kebanggaan Tulungagung.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan penghargaan kepada para peternak dan komunitas yang selama ini memiliki komitmen dalam melestarikan serta mengembangkan kambing Jerabang.
Ia berharap kambing khas Tulungagung tersebut ke depan dapat memperoleh pengakuan resmi sekaligus menjadi salah satu identitas daerah yang dikenal masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, keberadaan kambing Jerabang memiliki nilai strategis, bukan hanya dari sisi ekonomi peternakan, tetapi juga sebagai kekayaan lokal yang dapat mengangkat nama Kabupaten Tulungagung.
“Ketika kita menyebut kambing Jerabang, tentu masyarakat akan mengingat Tulungagung. Mudah-mudahan proses pengajuan galur atau penetapan rumpunnya segera mendapatkan hasil,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, proses pengusulan penetapan rumpun kambing Jerabang Tulungagung telah melewati sejumlah tahapan. Saat ini, pemerintah daerah tinggal menantikan keputusan resmi dari Menteri Pertanian.
Apabila pengakuan tersebut sudah diterbitkan, Pemkab Tulungagung berencana mengadakan kegiatan khusus untuk memperkenalkan kambing Jerabang sebagai kekayaan genetik unggulan daerah.
Bahkan, Ahmad Baharudin menyampaikan gagasan pembangunan monumen kambing Jerabang sebagai ikon baru Kabupaten Tulungagung. Beberapa lokasi yang masih menjadi bahan pertimbangan di antaranya Kecamatan Kalidawir dan kawasan Pendopo Kabupaten Tulungagung.
Ia menegaskan, keberadaan monumen nantinya diharapkan menjadi simbol sekaligus pengingat bahwa Tulungagung mempunyai potensi peternakan lokal yang patut dibanggakan.
DPKH Gelar Empat Kegiatan Pendukung
Sementara itu, Kepala DPKH Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang tidak hanya berfokus pada perlombaan ternak. Berbagai agenda edukasi dan promosi juga dihadirkan untuk mendorong kemajuan sektor peternakan.
Menurut Agus, terdapat empat kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Pertama, pameran teknologi peternakan yang melibatkan sebanyak 20 pelaku usaha. Pameran tersebut menjadi media untuk mengenalkan perkembangan teknologi sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha di bidang peternakan.
Kedua, lomba mewarnai yang diperuntukkan bagi siswa SD/MI kelas 1 sampai kelas 3. Kegiatan ini diikuti 80 peserta dari wilayah UPT Kecamatan Kalidawir. Melalui perlombaan tersebut, anak-anak diharapkan semakin mengenal dunia peternakan dan memiliki kepedulian terhadap hewan ternak sejak usia dini.
Ketiga, gerakan konsumsi telur dan minum susu sebagai bentuk sosialisasi pentingnya asupan protein hewani dalam mendukung pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Keempat, agenda utama berupa Kontes Ternak Kambing Jawara Bang Tulungagung Regional Jawa Piala Bupati Tahun 2026. Kontes ini diikuti sekitar 300 peserta yang terbagi ke dalam delapan kelas perlombaan.
Agus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi peternak untuk memperlihatkan hasil pengembangan ternaknya, saling bertukar pengetahuan, serta meningkatkan kualitas dan daya saing kambing unggulan di tingkat regional.
Proses Penetapan Rumpun Masuki Tahap Akhir
Agus Suswantoro juga memaparkan perkembangan pengajuan kambing Jerabang Tulungagung sebagai sumber daya genetik hewan lokal.
Proses tersebut telah melalui sidang pleno penetapan rumpun yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2026 di Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak, Kementerian Pertanian.
Tahap berikutnya tinggal menunggu keputusan penetapan rumpun dari Menteri Pertanian. Pengakuan tersebut dinilai sangat penting untuk memberikan landasan bagi upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kambing Jerabang secara berkelanjutan.
“Dengan doa dan dukungan semua pihak, kami berharap proses penetapan ini segera selesai dan bisa menjadi kado istimewa dalam peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kontes ternak ini juga merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat posisi Tulungagung sebagai salah satu daerah penghasil sumber bibit kambing Jerabang.
Sportivitas dan Peningkatan Mutu Peternakan
Pada kesempatan tersebut, Plt. Bupati Ahmad Baharudin turut memberikan motivasi kepada para peternak agar terus meningkatkan kualitas pemeliharaan dan pengembangan kambing Jerabang.
Ia menilai semangat serta keterlibatan para peternak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan komoditas unggulan daerah.
Kepada seluruh peserta kontes, Ahmad berpesan agar mengikuti perlombaan dengan mengedepankan sportivitas. Ia juga mengingatkan dewan juri untuk melaksanakan penilaian secara objektif, transparan, dan profesional sehingga hasil kompetisi benar-benar mencerminkan kualitas ternak yang dilombakan.
Pemkab Tulungagung berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor peternakan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Kontes Kambing Jerabang Regional Jawa Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk pemanfaatan momentum Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Tulungagung diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya genetik ternak lokal, sekaligus mampu menjadikan kambing Jerabang sebagai identitas dan ikon kebanggaan masyarakat.
(Winarti)
