Tulungagung – Lintasnusantara,Com – Suasana sore di Kantor Kecamatan Rejotangan, Senin (23/02/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, mendadak dipadati ratusan massa dari komunitas 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”. Kedatangan mereka bertujuan menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera memperbaiki jalan rusak yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Aksi tersebut diikuti perwakilan warga dari sejumlah desa, di antaranya Sumberagung, Tanen, Sukorejo Wetan, Tenggong, Panjerejo, Tenggur, Karangsari, hingga Tugu. Mereka menyampaikan keresahan atas kondisi infrastruktur yang dinilai semakin parah dan rawan menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Koordinator Wilayah Timur, Edi Suyanto, dalam orasinya menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Namun, langkah tersebut terkendala regulasi yang melarang perbaikan tanpa standar dan izin resmi.
“Kami ingin jalan aman, tapi saat hendak bergerak sendiri justru terbentur aturan. Sementara korban terus berjatuhan akibat jalan berlubang. Kami berharap ada solusi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran serta skala prioritas pembangunan membuat persoalan jalan rusak belum tersentuh secara maksimal. Hal ini memunculkan kebingungan di tengah masyarakat yang hanya menginginkan keamanan saat berkendara.
Dalam aksi tersebut, massa menyerahkan Petisi Rakyat kepada Camat Rejotangan, Djarot. Mereka meminta pihak kecamatan bersama Forkopimcam untuk mengawal aspirasi ini ke Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan memastikan ada realisasi perbaikan dalam kurun waktu satu tahun.
Koordinator Lapangan, Robet Avandi, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan langkah awal. Ia mengingatkan, jika dalam setahun tidak ada perkembangan signifikan, massa akan kembali dengan jumlah yang lebih besar.
“Kami ingin bukti nyata. Jika tidak ada progres, kami akan datang lagi dengan kekuatan lebih besar,” ujarnya.
Tegaskan Dukungan kepada Bupati
Meski menyuarakan tuntutan tegas, Ketua Umum 212 Loro Siji Loro, Dana, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian dan dukungan terhadap pembangunan daerah.
Ia menyatakan pihaknya mendukung penuh kepemimpinan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam mewujudkan infrastruktur yang lebih baik.
“Kami hadir sebagai mitra pemerintah. Harapannya, Tulungagung semakin maju dan masyarakat merasa aman,” ungkap Dana didampingi Dewan Pertimbangan Bagus Romadhon serta perwakilan DPC 212 Kediri, Arif.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana aksi yang semula dipenuhi orasi berubah menjadi lebih hangat. Massa bersama jajaran Forkopimcam membagikan takjil kepada para pengguna jalan di depan kantor kecamatan.
Camat Rejotangan, Djarot, mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib dan kondusif. Ia berjanji akan meneruskan petisi tersebut ke tingkat kabupaten serta memohon dukungan agar proses pengawalan berjalan lancar.
Aksi berakhir dengan suasana damai dan penuh kekeluargaan. Warga berharap, suara yang telah mereka sampaikan menjadi perhatian serius demi keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat Rejotangan.(winarti)
