BLITAR – Lintasnusantara,Com – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator, Ir. Soekarno, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (05/10/2026).
Ziarah tersebut turut diikuti jajaran Forkopimda Jawa Timur dan sejumlah pejabat terkait. Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat, diawali doa bersama dan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di makam Bung Karno.
Selain berziarah, Khofifah juga memberikan santunan kepada anak yatim, tali asih kepada juru kunci makam, serta bantuan sembako kepada 400 masyarakat yang berada di sekitar kawasan makam.
Khofifah mengatakan, ziarah ke makam para tokoh yang berjasa dalam perjalanan pemerintahan Jawa Timur telah menjadi bagian dari tradisi menjelang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
“Hari ini saya ziarah ke makam Proklamator Bung Karno. Pak Wagub siang ini ziarah ke makam Gubernur Muhammad Noer di Sampang. Besok pagi, insyaallah, saya ke makam Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, di Magetan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, makam para gubernur maupun wakil gubernur Jawa Timur yang telah wafat berada di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Jakarta. Karena itu, rangkaian ziarah dilakukan secara terjadwal agar seluruh makam dapat dikunjungi sebelum puncak Hari Jadi Jawa Timur pada 12 Oktober mendatang.
Tahun ini, Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mengangkat tema “Jawa Timur Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.” Khofifah menilai pesan keberlanjutan menjadi hal penting dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga setiap capaian yang telah diraih tidak berhenti begitu saja, melainkan terus dikembangkan dan diperluas manfaatnya.
“Jika ada kemajuan di sektor tertentu, jangan berhenti, tetapi harus ada pengembangan dan perluasan program yang ditumbuhkan sehingga tingkat manfaat dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyebut kegiatan ziarah bukan sekadar penghormatan kepada para pahlawan dan pendahulu bangsa. Momentum tersebut juga menjadi sarana untuk kembali mengingat serta menghidupkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan kepada generasi saat ini.
Ia secara khusus mengajak masyarakat untuk meneladani semangat Bung Karno, terutama dalam hal gotong royong, kebersamaan dan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat.
“Salah satu yang saat ini harus kita pegang adalah bagaimana terus memiliki semangat kegotongroyongan dan kebersamaan di antara warga bangsa,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, semangat kekeluargaan dan kebersamaan merupakan modal penting dalam menjaga persatuan.
Dengan nilai tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat saling membantu, menjaga keharmonisan, serta bersama-sama mencegah munculnya perpecahan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan Bung Karno sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, memiliki sikap pantang menyerah, serta terus menjaga semangat persaudaraan.
“Sangat banyak nilai kepahlawanan yang Bung Karno wariskan untuk kita teruskan,” pungkas Khofifah. (tim)
