Pimpinan BAZNAS Tulungagung Dilantik, Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Sinergi dan Tata Kelola Profesional

LintasNusantara
0
TULUNGAGUNG – Lintasnusantara.Com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ahmad Baharudin saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pelantikan pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (20/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan BAZNAS yang baru dilantik.

 Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya mengucapkan selamat kepada para pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah dilantik,” ujar Ahmad.
Menurutnya, keberadaan BAZNAS memiliki posisi penting di tengah masyarakat.

 Lembaga tersebut tidak hanya berperan dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi juga mempunyai potensi besar untuk ikut membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ahmad menegaskan bahwa pemerintah daerah dan BAZNAS memiliki tujuan yang sejalan, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang semakin maju, sejahtera dan memiliki kehidupan sosial serta keagamaan yang baik.

Tekankan Penguatan Tata Kelola
Selain meminta peningkatan sinergi, Plt Bupati Tulungagung juga memberikan perhatian terhadap aspek tata kelola organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh bagaimana organisasi tersebut dikelola secara profesional, transparan dan bertanggung jawab.

Tata kelola yang baik, kata Ahmad, harus mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, perencanaan program hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ia meminta setiap program BAZNAS disusun secara matang dengan sasaran yang jelas. Dengan demikian, dana yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan dan memberikan dampak nyata.

“Program-program yang dijalankan hendaknya disusun secara terencana dan memiliki sasaran yang jelas, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ahmad juga berharap seluruh program BAZNAS dapat berjalan selaras dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Keselarasan tersebut diperlukan agar berbagai kegiatan yang dilakukan dapat ikut mendukung agenda pembangunan daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS diharapkan mampu memperkuat berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya maupun keagamaan.

BAZNAS Diminta Mengikuti Perkembangan Digital

Dalam era perkembangan teknologi yang semakin cepat, Ahmad Baharudin juga mendorong BAZNAS untuk beradaptasi dengan digitalisasi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi sudah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia berharap jajaran pengurus maupun pelaksana BAZNAS memiliki kemampuan dalam memanfaatkan perangkat teknologi dan komputer untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, proses pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, akurat, efektif dan efisien. Selain itu, digitalisasi juga dapat mendukung peningkatan transparansi serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan BAZNAS.

“Di era saat ini, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi sebuah kebutuhan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong jajaran BAZNAS untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan masyarakat.

Koordinasi dengan Pemkab Harus Berjalan Rutin

Ahmad Baharudin selanjutnya meminta agar komunikasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dilakukan secara berkelanjutan. Koordinasi yang intensif dinilai penting untuk memastikan setiap program dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memudahkan kedua pihak dalam menyelaraskan program, menghindari tumpang tindih kegiatan serta memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semakin besar sebuah organisasi, maka semakin besar pula amanah dan tanggung jawab yang harus dipikul. Karena itu, BAZNAS diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat.

Koordinasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

BAZNAS Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan tekadnya untuk menjalankan amanah kepengurusan dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, BAZNAS ke depan tidak hanya akan berfokus pada penyaluran bantuan yang bersifat konsumtif. Dana zakat, infak dan sedekah juga akan diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan sehingga penerima manfaat diharapkan mampu berkembang dan menjadi lebih mandiri.

Sejumlah program akan diarahkan untuk membantu pengentasan kemiskinan, meningkatkan perekonomian serta membangun kemandirian masyarakat.

Bentuk bantuan pemberdayaan tersebut dapat dilakukan melalui pemberian modal usaha, pelatihan keterampilan, bantuan peralatan usaha hingga pendampingan secara berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, BAZNAS diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi turut membantu masyarakat penerima manfaat agar memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Potensi Zakat Profesi ASN Capai Rp15 Miliar
Abdul Wachid juga menyampaikan mengenai potensi zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tulungagung.

 Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, potensi zakat profesi ASN diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar setiap tahun.
Namun, realisasi penghimpunan zakat yang berjalan saat ini masih berada di kisaran Rp5 miliar per tahun.

Untuk tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menargetkan penghimpunan zakat dapat meningkat hingga sekitar Rp8 miliar.

Ia berharap dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat upaya penghimpunan zakat, terutama dari ASN yang telah memenuhi ketentuan nisab.

“Kalau bisa sampai 100 persen, sudah luar biasa. Potensinya hampir Rp15 miliar, itu hanya zakat profesi saja,” ungkap Abdul Wachid.

Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat akan membuka peluang lebih besar bagi BAZNAS untuk memperluas berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Pelantikan pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Al Fikri Mullah, S.Ag., M.M., para asisten dan staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Ketua MUI, pimpinan organisasi kemasyarakatan, para rektor perguruan tinggi, pimpinan BAZNAS dari sejumlah kabupaten/kota sekitar, Ketua Lembaga Amil Zakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kegiatan pelantikan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, BAZNAS Tulungagung diharapkan semakin mampu menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional sekaligus memperluas kontribusinya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. (Winarti)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini