Kemensos Salurkan Bantuan Rp457 Juta untuk 205 Warga Tulungagung, Dinsos Tekankan Kemandirian Penerima

LintasNusantara
0
TULUNGAGUNG –Lintasnusantara, Com - Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali menyalurkan bantuan sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada masyarakat Kabupaten Tulungagung. Bantuan senilai Rp457,35 juta tersebut diberikan kepada 205 penerima manfaat dari berbagai kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam kegiatan Bakti Sosial Kemensos RI di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung, Kamis (13/8/2026). Program tersebut dilaksanakan melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung.

Penerima bantuan berasal dari sejumlah kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), di antaranya anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, orang dengan HIV, penyalahgunaan NAPZA, serta kelompok masyarakat rentan lainnya. 

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Luluk, menyampaikan bahwa pada penyaluran ATENSI periode ketiga tahun 2026, terdapat 205 penerima dengan total bantuan mencapai Rp457.350.000.

Rinciannya, kelompok anak sebanyak 29 penerima mendapat bantuan Rp57.818.000. Penyandang disabilitas sebanyak 66 penerima menerima Rp137.793.000, sedangkan kelompok lanjut usia sebanyak 60 penerima mendapatkan Rp148.538.500.

Selanjutnya, bantuan untuk 33 penerima dari kelompok orang dengan HIV mencapai Rp70.500.500. Dua penerima terkait penyalahgunaan NAPZA mendapat Rp4.800.000, sementara kelompok rentan sebanyak 15 penerima memperoleh bantuan senilai Rp38 juta.

Menurut Luluk, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi beban penerima manfaat dan keluarganya.

Sejak awal 2026, Sentra Terpadu Kartini Temanggung telah beberapa kali menyalurkan bantuan ATENSI bagi masyarakat Tulungagung. Jika digabungkan dengan penyaluran sebelumnya, total bantuan yang sudah diberikan mencapai Rp775.875.000 untuk 350 penerima manfaat.

Dinsos Dorong Bantuan Menjadi Modal Kemandirian
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menyebut bantuan Kemensos merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ia menjelaskan, Pemkab Tulungagung sebelumnya telah mengajukan sekitar 500 calon penerima bantuan kepada Kemensos. Namun, pada tahap penyaluran kali ini baru sekitar separuh dari jumlah usulan yang dapat direalisasikan.

Jenis bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing penerima setelah melalui proses asesmen. Bantuan tersebut antara lain berupa sembako, lemari, sepeda, mesin cuci, kompor gas, gerobak untuk usaha, hingga bantuan ternak kambing.

Untuk bantuan pemberdayaan, terdapat penerima yang memperoleh dua ekor kambing, terdiri dari satu jantan dan satu betina. Bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan sehingga nantinya mampu menjadi sumber pendapatan bagi keluarga penerima.

Dinsos Tulungagung memastikan seluruh bantuan dalam kegiatan tersebut telah diserahkan kepada penerima manfaat. Pemkab juga berharap usulan bantuan lainnya yang telah diajukan kepada pemerintah pusat dapat direalisasikan secara bertahap.

Selain melalui dukungan Kemensos, pemerintah daerah terus berupaya memperluas program perlindungan dan pemberdayaan sosial melalui APBD serta berbagai sumber bantuan lainnya.

Rumah Terapi ABAKU Resmi Diluncurkan
Dalam rangkaian Bakti Sosial Kemensos tersebut juga dilakukan peluncuran Rumah Terapi ABAKU atau Anak Berkebutuhan Khusus Hebat, Kreatif, dan Unggul di Kabupaten Tulungagung.

Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan kelompok masyarakat yang berada pada desil satu hingga desil empat menjadi salah satu sasaran prioritas dalam pelayanan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Sosial bersama Kementerian Sosial memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pelayanan dan perhatian yang layak.

Ahmad juga mengajak media massa untuk turut menyosialisasikan keberadaan Rumah Terapi ABAKU agar semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Ia menegaskan bahwa layanan terapi yang diberikan di Rumah Terapi ABAKU tidak dipungut biaya. Karena itu, informasi mengenai layanan tersebut diharapkan dapat disebarluaskan sehingga anak-anak yang membutuhkan, khususnya dari keluarga prioritas, memperoleh akses terapi secara gratis.

Selain penyaluran bantuan ATENSI dan peresmian Rumah Terapi ABAKU, kegiatan Bakti Sosial Kemensos juga diisi dengan sunatan massal bagi anak-anak penyandang disabilitas, kegiatan donor darah bersama PMI, serta pameran berbagai produk hasil karya penyandang disabilitas, termasuk Batik Ciprat.

Dinsos Tulungagung berharap program bantuan sosial tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan. Lebih dari itu, bantuan diharapkan menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kemampuan, produktivitas, serta kemandirian ekonomi.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pendamping sosial, lembaga sosial, dunia usaha, media, serta masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesejahteraan sosial.

Melalui semangat “No One Left Behind”, pemerintah berupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan sehingga kualitas hidup mereka dapat terus meningkat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, serta para penerima manfaat bantuan ATENSI. (Winarti)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini