Hari Jadi Pertama 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Perkuat Kebersamaan dan Komitmen Mengawal Aspirasi Masyarakat

LintasNusantara
0
TULUNGAGUNG — Lintasnusantara,Com – Genap satu tahun berdiri, 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera menggelar peringatan hari jadi pertama dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Pondasi untuk Rakyat Makmur Sejahtera.”

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB tersebut dipusatkan di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Sekitar 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari masyarakat setempat, tokoh agama, pemuda, komunitas pencak silat hingga jajaran pengurus organisasi dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Peringatan satu tahun tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi selama setahun, mempererat hubungan antarpengurus dan masyarakat, serta mempertegas komitmen dalam mengawal aspirasi dan kepentingan masyarakat.

Hadir Ketua Umum sekaligus pendiri 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Rahmat Putra Perdana atau Mas Dana, bersama jajaran pengurus pusat. Turut hadir Dewan Pembina Mas Soedjoko Adi Poerwanto, SE, pengurus bidang hubungan masyarakat pusat R Avandi, serta Ketua DPD Jawa Timur M. Hafidz Fajri, ST., ME.

Sejumlah pengurus DPC juga hadir, di antaranya dari Kota Kediri, Kota Jombang, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek.

Wonorejo Punya Nilai Historis
Pemilihan Desa Wonorejo sebagai lokasi peringatan hari jadi pertama memiliki arti khusus bagi perjalanan 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik awal tumbuhnya gagasan dan semangat yang kemudian melahirkan organisasi tersebut.

Karena itu, peringatan hari jadi di Wonorejo dipandang bukan hanya sebagai penanda bertambahnya usia organisasi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang sejak awal ikut menjadi bagian dari perjalanan perjuangan.

Ketua Umum sekaligus pendiri 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Rahmat Putra Perdana atau Mas Dana, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Wonorejo, panitia, pengurus pusat, DPD Jawa Timur maupun jajaran DPC yang telah hadir.

Menurut Mas Dana, perjalanan menuju Wonorejo juga memberikan gambaran mengenai berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat, salah satunya terkait akses jalan.

“Apapun bentuknya, jalan Wonorejo ini adalah jalur yang jauh dari kata layak untuk masyarakat. Dan kenapa hari jadi kita memilih lokasi Desa Wonorejo? Karena cikal bakal 212 terbentuk dan berdiri berada di sini. Di tempat inilah semangat dan daya juang itu tumbuh demi terwujudnya harapan bagi masyarakat Wonorejo,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan organisasi di tengah masyarakat tidak semata-mata ditunjukkan melalui kegiatan internal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat serta upaya mengawal aspirasi tersebut secara bertanggung jawab.

Kehadiran Pengurus dari Berbagai Daerah Jadi Kebanggaan
Ketua panitia, Amam, warga Desa Wonorejo, mengaku bersyukur sekaligus bangga karena kegiatan tersebut mendapat dukungan dan kehadiran pengurus 212 dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Menurutnya, kehadiran para pengurus dari berbagai wilayah merupakan bentuk nyata dari kuatnya rasa kebersamaan. Terlebih, Desa Wonorejo berada cukup jauh dari pusat pemerintahan maupun pusat keramaian Kabupaten Tulungagung.

Ia berharap kegiatan tersebut semakin mendekatkan hubungan antara masyarakat Wonorejo dengan seluruh keluarga besar 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera.

Satu Tahun Jadi Evaluasi dan Penguat Soliditas
Hal senada disampaikan Mas Beni, Wakil Ketua DPC Kabupaten Tulungagung sekaligus Koordinator Desa Wonorejo. Ia berharap usia satu tahun menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan seluruh jajaran organisasi.

Menurutnya, perjalanan selama satu tahun perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan menyusun langkah yang lebih baik ke depan.
“Dengan hari jadi yang pertama, semoga Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera dapat menjadikan 212 semakin kompak, semakin solid, dan semakin lebih baik dari sebelumnya. Perjuangan ini belum berakhir, khususnya dalam persoalan jalan lingkar Waduk Wonorejo,” ungkapnya.

Persoalan infrastruktur tersebut, lanjutnya, diharapkan tetap dapat dikawal melalui jalur dan mekanisme yang sesuai dengan ketentuan serta kewenangan pemerintah.
Organisasi juga menekankan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat harus dilakukan secara terbuka, bertanggung jawab dan tetap mengedepankan kepentingan umum.

Dewan Pembina Ajak Generasi Muda Melanjutkan Semangat Pahlawan
Sementara itu, Dewan Pembina Mas Soedjoko Adi Poerwanto, SE., atau Kang Mas Joko, mengajak seluruh peserta menjadikan momentum hari jadi sebagai sarana memperkuat semangat kebangsaan.
Terlebih, peringatan hari jadi tersebut berlangsung tidak lama setelah bangsa Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah serta perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Menurutnya, nilai perjuangan seperti keberanian, persatuan, pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, menjaga persatuan, memperjuangkan kepentingan bersama serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Perjalanan Organisasi Penuh Dinamika
Ketua DPD Jawa Timur M. Hafidz Fajri, ST., ME., bersama jajaran humas pusat turut menyampaikan bahwa perjalanan 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera selama satu tahun bukan sesuatu yang mudah.

Berbagai tantangan, kritik, perbedaan pandangan dan dinamika di tengah masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi.

Namun, seluruh dinamika tersebut diharapkan justru mampu membuat organisasi semakin dewasa dalam mengambil keputusan dan menyikapi persoalan.

Dengan bertambahnya usia, organisasi dituntut semakin tertib dalam menjalankan tata kelola, transparan dalam menyampaikan informasi dan konsisten menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera juga diharapkan dapat mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat sipil dalam mengawal kepentingan publik, tanpa mengambil alih kewenangan pemerintah maupun lembaga negara.

Hari Jadi Pertama Bukan Akhir Perjalanan
Peringatan satu tahun menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai hal yang telah dilakukan sekaligus menentukan arah langkah organisasi pada masa mendatang.

Kepercayaan masyarakat dinilai sebagai amanah yang harus dipelihara. Setiap aspirasi perlu didengar dan diperhatikan, tetapi juga harus dikaji secara objektif agar penyampaiannya tidak menimbulkan persoalan baru.

Karena itu, keberanian menyampaikan kritik harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Kritik perlu didukung data, aspirasi diupayakan memiliki solusi, sedangkan setiap perjuangan harus tetap berada dalam koridor hukum.

Perkuat Sinergi dan Pengabdian
Memasuki tahun kedua, 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera diharapkan mampu memperluas komunikasi dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Hubungan yang baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat lainnya dinilai penting agar berbagai persoalan dapat dibahas serta dicarikan jalan keluar melalui mekanisme yang berlaku.

Dengan demikian, aspirasi masyarakat tidak berhenti pada penyampaian keluhan maupun kritik, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengawasan dan upaya penyelesaian yang konstruktif.

“Terus Bergerak dan Hadir Bersama Rakyat”
Mengusung semangat “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Pondasi untuk Rakyat Makmur Sejahtera”, hari jadi pertama menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar untuk membangun struktur kepengurusan.

Lebih dari itu, organisasi diharapkan mampu memberikan manfaat, menjadi wadah aspirasi dan ikut memperjuangkan kepentingan masyarakat secara amanah, transparan serta bertanggung jawab.

Semangat tersebut dirangkum dalam harapan agar 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera semakin solid, berani menyampaikan kebenaran, konsisten mengawal kepentingan masyarakat dan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

Peringatan hari jadi pertama di Desa Wonorejo sekaligus menjadi simbol bahwa perjalanan organisasi berangkat dari masyarakat dan ditujukan kembali untuk kepentingan masyarakat.

Dari sebuah desa di wilayah Pagerwojo, para pengurus dari berbagai daerah berkumpul untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan komitmen.

Satu tahun perjalanan menjadi pijakan untuk memasuki tahap berikutnya dengan semangat organisasi yang lebih tertata, solid, transparan, kritis dan bertanggung jawab.
Bagi 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, perjalanan tersebut masih panjang. Berbagai persoalan masyarakat masih membutuhkan perhatian, aspirasi masih perlu dikawal, dan pengabdian sosial masih harus terus dilakukan.

Karena itu, hari jadi pertama bukanlah akhir, melainkan momentum untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat barisan dan melanjutkan pengabdian.

212 BERSAMA RAKYAT — UNTUK RAKYAT — DEMI RAKYAT MAKMUR SEJAHTERA.
Catatan redaksi: Pernyataan mengenai kondisi jalan serta persoalan Jalan Lingkar Waduk Wonorejo dalam pemberitaan ini merupakan aspirasi dan pernyataan pihak yang hadir dalam kegiatan, bukan kesimpulan teknis maupun keputusan resmi mengenai kondisi infrastruktur. (Tim)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini