Jembatan Gondang 1 Ditutup Selama Enam Bulan, Kondisinya Dinilai Kritis dan Berusia Lebih dari Setengah Abad

LintasNusantara
0
TULUNGAGUNG – Lintasnusantara,Com – Jembatan Gondang 1 yang berada di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, resmi ditutup total mulai Selasa (2/6/2026). Penutupan akses pada jalur nasional yang menghubungkan Tulungagung dan Trenggalek tersebut dilakukan karena akan dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh.

Penutupan jembatan dijadwalkan berlangsung hingga 11 Desember 2026. Selama masa pekerjaan, seluruh kendaraan diwajibkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan guna menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menyampaikan bahwa penutupan total mulai diberlakukan bersamaan dengan dimulainya proses konstruksi jembatan baru.

“Sejak hari ini akses kendaraan yang melintasi Jembatan Gondang 1 ditutup sepenuhnya karena pekerjaan pembangunan sudah dimulai,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar mengikuti petunjuk petugas di lapangan dan memanfaatkan rute pengalihan yang telah ditentukan.

Di sisi lain, Pengawas Lapangan proyek dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Osky Ardianto, menjelaskan bahwa keputusan membongkar jembatan lama didasarkan pada hasil evaluasi teknis yang menunjukkan kondisi bangunan sudah sangat memprihatinkan.

Menurutnya, jembatan yang telah berdiri lebih dari 50 tahun itu masuk kategori kondisi kritis berdasarkan hasil pemeriksaan selama dua tahun terakhir.

“Usianya sudah sangat tua dan hasil kajian teknis menunjukkan kondisi jembatan berada pada tingkat yang memerlukan penanganan segera,” jelas Osky.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah bagian struktur bawah jembatan mengalami kerusakan berupa retakan yang cukup serius. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tetap digunakan, terutama oleh kendaraan dengan beban berat.

“Keretakan pada struktur bawah sudah terlihat cukup jelas sehingga perlu dilakukan penggantian total demi keselamatan,” tambahnya.

Pembangunan jembatan baru tersebut menelan anggaran sekitar Rp9,2 miliar. Dalam pengerjaannya akan digunakan teknologi pondasi strauss pile guna memperkuat daya dukung konstruksi.

Meskipun bentuk jembatan yang baru nantinya tidak jauh berbeda dengan bangunan sebelumnya, seluruh komponen struktur akan diganti dengan material baru. BBPJN menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir November 2026 sehingga jembatan kembali dapat difungsikan untuk masyarakat.
(Winarti)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini