TULUNGAGUNG – Lintasnusantara,Com – Dalam upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit, Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD dr. Iskak Tulungagung menyelenggarakan Workshop Penatalaksanaan Isolasi Berdasarkan Transmisi pada 20–21 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium IDIK Lantai 2 RSUD dr. Iskak tersebut diikuti sebanyak 58 perawat yang tergabung dalam Infection Prevention and Control Link Nurse (IPCLN) dari berbagai ruang perawatan dan poliklinik.
Workshop ini merupakan bagian dari program kerja Komite PPI sekaligus bentuk komitmen rumah sakit dalam memenuhi standar akreditasi, khususnya terkait peningkatan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan.
Acara dibuka oleh Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit menular harus menjadi perhatian seluruh tenaga kesehatan.
Menurutnya, rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya pasien dengan kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh yang berbeda-beda. Karena itu, penerapan isolasi berdasarkan jalur transmisi penyakit bukan hanya memenuhi prosedur, tetapi menjadi langkah penting dalam melindungi pasien, petugas, dan lingkungan rumah sakit.
“Keselamatan pasien dan tenaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, penerapan pencegahan penularan harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh petugas,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Komite PPI RSUD dr. Iskak, Laili Fitri, S.Kep., Ners., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan serta kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus penyakit menular atau outbreak.
Ia menuturkan, pemahaman mengenai mekanisme penularan penyakit, prosedur pelaporan, hingga penerapan prinsip-prinsip dasar PPI menjadi bekal penting bagi tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat. Kurangnya pemahaman dalam pengelolaan risiko infeksi berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam workshop ini, peserta mendapatkan sejumlah materi penting, mulai dari kebijakan dan standar operasional pelayanan isolasi di rumah sakit, strategi penanganan outbreak secara sistematis, hingga pengenalan penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah seperti tuberkulosis (TBC), campak, dan varisela.
Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan terkait penerapan kewaspadaan standar serta kewaspadaan berdasarkan transmisi penyakit, baik melalui kontak langsung, percikan droplet, maupun penularan melalui udara (airborne).
Tidak hanya menerima materi teori, para peserta juga mengikuti praktik dan simulasi interaktif. Mereka dilatih menganalisis berbagai kasus yang mungkin terjadi di lapangan serta mempraktikkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur, mulai dari tahap pemasangan hingga pelepasan dengan aman.
Melalui pelatihan ini, Komite PPI RSUD dr. Iskak berharap kompetensi tenaga kesehatan semakin meningkat sehingga rumah sakit memiliki kesiapan yang optimal dalam memberikan pelayanan isolasi yang aman dan efektif, sekaligus menghadapi berbagai potensi kejadian penularan infeksi di masa mendatang.
(Winarti)
