KEDIRI – Lintasnusantara, Com – Teriknya cuaca pada Selasa (28/4/2026) tidak mengurangi semangat ratusan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Lembaga 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera DPC Kediri Raya bersama DPD Provinsi Jawa Timur untuk menggelar aksi damai.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam praktik jual beli jabatan perangkat desa yang disebut melibatkan sekitar 164 kepala desa pada kasus suap massal tahun 2023.
Massa aksi mendatangi Kantor Bupati Kediri serta Kantor DPRD Kabupaten Kediri. Sekitar 250 peserta turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hingga pukul 14.30 WIB, aksi masih berlangsung lantaran massa sempat memblokade akses keluar masuk kedua kantor pemerintahan tersebut karena belum ada perwakilan pihak terkait yang menemui para demonstran.
Salah satu koordinator lapangan sekaligus pengurus DPC 212 Kediri Raya, Arif, bersama Mamak Siti Isminah dan Robet, menyampaikan kekecewaannya kepada awak media atas sikap Pemerintah Kabupaten Kediri yang dinilai belum menunjukkan respons kooperatif terhadap tuntutan massa.
Mereka menegaskan bahwa aksi lanjutan akan kembali dilakukan di sejumlah lokasi hingga tuntutan masyarakat mendapatkan perhatian serius.
Menurutnya, aksi tersebut bukan didorong oleh kepentingan pribadi maupun agenda politik tertentu, melainkan sebagai bentuk perjuangan atas nama rakyat.
Mas Dana juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah mengawal jalannya aksi sehingga tetap berjalan aman dan tertib. Ia menambahkan bahwa setelah aksi di Kediri, pihaknya berencana melanjutkan agenda serupa ke Kantor PDI Perjuangan serta Polda Jawa Timur
Setelah aksi berakhir, Bagus Romadhon selaku Dewan Pertimbangan Pusat 212 membuka akses pintu yang sebelumnya sempat diblokade massa. Seluruh peserta kemudian membubarkan diri dengan tertib dan situasi tetap berlangsung aman serta kondusif.
Salam 212 Rakyat Makmur Sejahtera. (tim)
