Perkuat Mutu Pelayanan Kesehatan, RSUD Kota Madiun Pelajari Inovasi PSC 119 di RSUD Dr. Iskak Tulungagung

LintasNusantara
0
TULUNGAGUNG – Lintasnusantara, Com – RSUD Dr. Iskak Tulungagung kembali dipercaya sebagai rujukan pengembangan inovasi layanan kesehatan oleh rumah sakit daerah. Kali ini, RSUD Kota Madiun melakukan kunjungan studi tiru guna mempelajari penerapan inovasi Public Safety Center (PSC) 119 yang telah berjalan optimal di RSUD Dr. Iskak.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, Sp.OG, MM. Rombongan disambut secara langsung oleh Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes, beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Muhammad Nur mengungkapkan ketertarikannya untuk mempelajari sistem PSC 119 karena terkesan dengan layanan kegawatdaruratan terpadu serta tata kelola rumah sakit RSUD Dr. Iskak yang telah mendapatkan pengakuan internasional.

“RSUD Dr. Iskak sudah dikenal luas hingga tingkat global. Sebagai rumah sakit tipe C, kami ingin belajar dan menggali sistem pelayanan terbaik yang dapat kami terapkan di Kota Madiun,” ungkapnya.

Menurutnya, kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mendukung visi Kota Madiun yang maju dan modern, khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Ia berharap, melalui pendampingan dari RSUD Dr. Iskak, sistem inovatif PSC 119 dapat diadaptasi secara efektif.

“Sejalan dengan arahan Wali Kota Madiun, rumah sakit dituntut responsif dan adaptif demi pelayanan yang prima. Dengan adanya bimbingan berkelanjutan dari RSUD Dr. Iskak, kami optimistis inovasi ini dapat diterapkan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menyampaikan apresiasi atas kunjungan RSUD Kota Madiun. Ia menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan di RSUD Dr. Iskak dilakukan secara berkesinambungan melalui prinsip continuous improvement.

Dalam pemaparannya, dr. Aini menjelaskan bahwa keberhasilan PSC 119 di Tulungagung ditunjang oleh fleksibilitas pengelolaan anggaran melalui pola BLUD serta integrasi layanan kegawatdaruratan selama 24 jam.
“PSC kami ditempatkan langsung di lingkungan rumah sakit agar penanganan darurat bisa segera dilakukan oleh tenaga profesional.

Operator call center merupakan perawat yang terhubung langsung dengan dokter jaga. Selain itu, sinergi dengan Polres, BPBD, hingga Damkar menjadi faktor penting keberhasilan,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Aini juga menuturkan bahwa tidak semua rumah sakit mampu mereplikasi sistem tersebut secara utuh. Dari ratusan rumah sakit yang telah melakukan studi banding sejak 2015, hanya sebagian kecil yang berhasil mengimplementasikannya secara maksimal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi teknis serta peninjauan langsung ruang PSC 119, termasuk mekanisme rujukan dan pola koordinasi lintas sektor. Melalui studi tiru ini, RSUD Kota Madiun berharap dapat segera menerapkan inovasi serupa guna mempercepat respons penanganan medis bagi masyarakat.(winarti)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini