Tulungagung – Lintasnusantara, Com – Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto melaksanakan kegiatan safari lintas agama dengan mengunjungi sejumlah tokoh dan tempat ibadah dari berbagai kepercayaan di Kabupaten Tulungagung, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat keharmonisan antarumat beragama sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Safari lintas iman tersebut menjadi kegiatan perdana AKBP Dr. Ihram Kustarto sejak mengemban amanah sebagai Kapolres Tulungagung. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh dialog, Polri berupaya membangun hubungan yang erat dengan para tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan damai.
Rangkaian kunjungan diawali ke Pura Penataran Luhur Candi Dadi di Dusun Tenggong, Desa Wajak Kidul. Kapolres disambut langsung oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tulungagung, Heni Sulistyowati. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pentingnya menjaga toleransi, persatuan, serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Selanjutnya, Kapolres Tulungagung beserta rombongan melanjutkan safari ke Vihara Buddha Loka Theravada di wilayah Kutoanyar. Kegiatan kemudian diteruskan dengan bersilaturahmi ke kediaman Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Tulungagung, Ps. Esther Elish, yang berlokasi di Kampungdalem.
Keterlibatan para pejabat utama (PJU) Polres Tulungagung serta jajaran Kapolsek dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat institusi Polri untuk merangkul seluruh elemen masyarakat lintas iman.
Sebagai penutup rangkaian safari, Kapolres Tulungagung melaksanakan ziarah ke makam KH. Abdul Djalil Mustaqim di kompleks Pondok Pesantren PETA (Pesantren Tarbiyatul Musyoddiqin). Almarhum dikenal sebagai ulama kharismatik sekaligus Mursyid Tarekat Syadziliyah yang memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan kedamaian umat di Tulungagung.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, menyampaikan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa atas jasa-jasa almarhum dalam merawat persatuan umat. Menurutnya, sinergi antara Polri dan tokoh agama menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Melalui komunikasi yang intens dan kebersamaan dengan para tokoh agama, potensi konflik sosial dapat dicegah sejak dini. Ini merupakan bagian dari strategi cooling system Polres Tulungagung,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan terbangunnya soliditas dan sinergitas lintas iman bersama Polri, keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tulungagung diharapkan terus terjaga secara berkelanjutan.
Reporter : Winarti
