Plt Bupati Tulungagung Dorong Warga Binaan Manfaatkan Remisi untuk Kembali Berkarya

LintasNusantara
0
TULUNGAGUNG – Lintasnusantara,Com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi warga binaan untuk membuka lembaran baru dalam kehidupan. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak para penerima remisi agar menjadikan masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.(Senin /17/8/2026) 

Ahmad Baharudin menegaskan, pemberian remisi bukan sekadar bentuk penghargaan atas proses pembinaan yang telah dijalani, tetapi juga menjadi dorongan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, keberhasilan proses pembinaan dan reintegrasi sosial membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah maupun lembaga pemasyarakatan, tetapi juga aparat penegak hukum, keluarga serta lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu mantan warga binaan beradaptasi kembali.

“Pembinaan warga binaan tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat agar proses mereka kembali ke lingkungan sosial dapat berjalan dengan baik,” kata Baharudin.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada jajaran petugas pemasyarakatan yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan sekaligus memberikan pembinaan kepada warga binaan. Menurutnya, tugas tersebut membutuhkan kesabaran, keteguhan serta komitmen agar warga binaan memiliki bekal yang cukup ketika nantinya kembali ke masyarakat.

Baharudin berharap profesionalitas dan dedikasi para petugas pemasyarakatan terus ditingkatkan. Sementara kepada keluarga warga binaan, ia berpesan agar tidak memberikan jarak atau perlakuan berbeda setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

Dukungan keluarga, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi, arahan dan kepercayaan diri agar mereka mampu menjalani kehidupan secara positif.

Selain keluarga, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan bagi mantan warga binaan untuk berkembang. Ia mengingatkan agar tidak muncul stigma yang berlebihan sehingga justru menghambat mereka dalam mendapatkan pekerjaan maupun beraktivitas secara produktif.

“Jangan sampai stigma dari lingkungan menjadi penghalang bagi mereka untuk memulai kehidupan baru. Berikan kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan menunjukkan bahwa mereka juga mampu memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat,” pesannya.

Dalam suasana peringatan kemerdekaan, Baharudin juga mengajak warga binaan memaknai arti kemerdekaan secara lebih mendalam. Kemerdekaan, menurutnya, bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga berarti mampu membebaskan diri dari kebiasaan buruk serta perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia meminta warga binaan untuk menggunakan kesempatan yang ada dengan memperbaiki kualitas diri, meningkatkan ibadah, memperkuat akhlak, serta membangun semangat kerja dan kemandirian.

“Jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai awal untuk berubah menjadi lebih baik. Perkuat ibadah dan akhlak, tingkatkan etos kerja, pelajari berbagai keterampilan, dan persiapkan diri agar nantinya dapat menjadi pribadi yang bermanfaat,” tegasnya.

Baharudin juga berharap para penerima remisi mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya. Mereka diharapkan dapat kembali berkumpul bersama keluarga, menjadi pribadi yang taat terhadap aturan, serta turut mengambil bagian dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum kepada perwakilan warga binaan di Lapas Kelas IIB Tulungagung. Pemberian remisi diharapkan menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan optimisme. (Winarti)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini