TULUNGAGUNG - Lintasnusantara,Com – Upaya mendorong kemandirian ekonomi generasi muda sekaligus mempererat hubungan antarelemen masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Tulungagung. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Korcam 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera Kecamatan Ngunut, Selasa (18/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di rumah Mas Panji, Desa Balesono, Kecamatan Ngunut, tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Acara yang digagas kalangan pemuda Ngunut itu berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat.
Turut hadir Ketua Umum 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera Rahmat Putra Perdana atau yang akrab disapa Mas Dana, serta R. Avandi selaku Humas DPP. Selain menghadiri kegiatan, Mas Dana juga menjadi salah satu narasumber dalam sosialisasi tersebut.
Pemuda Diajak Membangun Kemandirian Ekonomi
Koordinator kegiatan, Mas Panji, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat sebagai ruang bertukar gagasan bagi para pemuda. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya mengubah pola pikir generasi muda mengenai pekerjaan dan masa depan.
Menurutnya, keberhasilan tidak harus selalu ditempuh melalui jalur menjadi aparatur sipil negara, pekerja kantoran maupun karyawan perbankan. Dunia usaha juga dapat menjadi pilihan untuk membangun masa depan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
“Pekerjaan tidak harus menjadi PNS, bekerja di kantor atau perbankan. Dengan berwirausaha, kita juga bisa menjadikan usaha sebagai mata pencaharian sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak pemuda Ngunut yang berani memulai usaha dan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan. Dengan tumbuhnya jiwa kewirausahaan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
212 Apresiasi Kebersamaan Antarorganisasi
Ketua Umum 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Rahmat Putra Perdana atau Mas Dana, mengapresiasi Korcam 212 Ngunut serta para pemuda yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Menurut Mas Dana, nilai positif dari kegiatan itu semakin terlihat karena peserta berasal dari berbagai latar belakang. Sejumlah unsur yang hadir di antaranya perwakilan perguruan pencak silat, tokoh masyarakat, IPPNU, Banser, Karang Taruna dan kelompok pemuda lainnya.
Keberagaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.
Mas Dana berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dan tidak hanya berlangsung di Kecamatan Ngunut. Menurutnya, setiap wilayah membutuhkan ruang dialog yang dapat mempertemukan berbagai kelompok untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama.
Perbedaan Harus Menjadi Kekuatan
Sementara itu, Humas DPP 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, R. Avandi, mengatakan komunikasi antarkelompok pemuda perlu terus diperkuat. Sinergi antara organisasi masyarakat, perguruan pencak silat dan kelompok kepemudaan dinilai penting untuk menciptakan suasana yang aman serta kondusif.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa memberikan hal positif. Kita ingin membangun komunikasi dan kebersamaan. Semoga ke depan wilayah lain juga memiliki kegiatan sosialisasi seperti ini dan dapat bersinergi bersama 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera,” katanya.
Ia menambahkan, perbedaan organisasi maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi sumber perselisihan. Justru keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan apabila disatukan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Diakhiri Renungan dan Refleksi
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan renungan dan refleksi diri yang dipandu Mas Dana. Para peserta diajak melihat kembali perjalanan diri masing-masing, mengevaluasi sikap serta menumbuhkan keinginan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Dalam sesi tersebut ditekankan bahwa perubahan membutuhkan keberanian, kerja keras dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Usaha juga perlu disertai doa sebagai bagian dari ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
“Tiada daya dan upaya tanpa berusaha serta berdoa,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Renungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi muda bukan hanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi. Pembentukan karakter, mental, rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemuda menghadapi masa depan.
Bangun Sinergi untuk Tulungagung
Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB itu ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk duduk bersama, membangun komunikasi dan melahirkan gagasan yang bermanfaat.
Setidaknya terdapat tiga pesan utama yang menjadi semangat kegiatan, yakni mendorong kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan, memperkuat persatuan lintas organisasi, serta membentuk karakter pemuda yang memiliki keberanian untuk berubah dan bertanggung jawab.
212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera berharap kegiatan serupa dapat digelar di wilayah lain di Kabupaten Tulungagung. Dengan semakin terbukanya ruang komunikasi antarpemuda dan antarelemen masyarakat, diharapkan tercipta sinergi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, harmonis dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Salam 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera.(tim)
