TULUNGAGUNG – Lintasnusantara, Com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 GKJW Jemaat Kalangbret yang digelar di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Minggu (2/8/2026).
Peringatan hari jadi gereja tersebut berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang turut hadir, mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan keharmonisan yang selama ini terjalin di Kabupaten Tulungagung.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat Tulungagung merupakan aset berharga yang harus terus dijaga. Menurutnya, perbedaan agama maupun keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persatuan, melainkan menjadi kekuatan dalam mempererat persaudaraan.
Ia menegaskan bahwa nilai kemanusiaan, kasih sayang, gotong royong, dan saling menghormati merupakan pondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
"Tulungagung adalah rumah bersama bagi seluruh warganya. Karena itu, mari kita terus menjaga semangat toleransi, mempererat persaudaraan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ahmad Baharudin.
Pada kesempatan tersebut, Plt Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada GKJW Jemaat Kalangbret yang telah memasuki usia ke-34. Ia mengapresiasi peran gereja yang selama ini turut berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta mendukung terciptanya masyarakat yang harmonis.
"Selamat memperingati HUT ke-34 GKJW Jemaat Kalangbret. Semoga terus menjadi berkat bagi masyarakat, semakin mempererat persaudaraan, serta senantiasa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan keharmonisan Kabupaten Tulungagung," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan yang semakin menegaskan semangat persatuan di tengah keberagaman. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa meskipun berbeda keyakinan, seluruh masyarakat tetap dapat hidup berdampingan dalam rasa persaudaraan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mewujudkan Tulungagung yang damai, aman, dan tenteram.
(Winarti)
