Kapolres Tulungagung: Lonjakan Kriminalitas 10 Persen Cerminkan Keterbukaan dan Kesadaran Hukum Masyarakat

LintasNusantara
0
Tulungagung – Lintasnusantara,Com – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung mencatat peningkatan angka kejahatan sebesar 10 persen sepanjang tahun 2025. Kendati demikian, kinerja kepolisian dalam penuntasan perkara justru menunjukkan hasil menggembirakan dengan tingkat penyelesaian kasus yang melampaui 100 persen.

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa jumlah tindak pidana pada 2025 mencapai 423 kasus, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 383 kasus.
Peningkatan tersebut didominasi oleh kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat) dan penipuan yang masing-masing tercatat sebanyak 64 kasus. Selanjutnya disusul pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 47 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 25 kasus, serta penggelapan dengan 21 laporan.

“Naiknya angka kriminalitas dipengaruhi tingginya kasus curat, penipuan, curanmor hingga KDRT. Namun demikian, komitmen kami dalam penegakan hukum tetap maksimal. Tingkat penyelesaian perkara tahun ini mencapai 104 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 102 persen,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi, Selasa (30/12/2025).

Selain kasus kriminal umum, Polres Tulungagung juga menaruh perhatian pada pengungkapan perkara korupsi. Salah satu kasus menonjol yakni dugaan korupsi dana desa di Desa Kradinan dengan nilai kerugian negara mencapai Rp743,6 juta.
Dalam perkara tersebut, tersangka berinisial ES telah dilimpahkan ke tahap II pada April 2025. Sementara itu, bendahara desa berinisial WS masih berstatus buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Di bidang pemberantasan narkotika, Polres Tulungagung mencatat lonjakan signifikan sebesar 37 persen, dari 105 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 144 kasus di tahun 2025. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 2,4 kilogram sabu, 1 kilogram ganja, serta lebih dari 200 ribu butir pil dobel L.

Sementara itu, pada sektor lalu lintas terdapat peningkatan jumlah kecelakaan sebesar 13 persen dengan total 1.143 kejadian. Meski demikian, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan tahun lalu.

Pada aspek pelayanan publik, permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) melonjak tajam hingga 55,8 persen dengan total 26.258 pemohon. Tingginya permintaan tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan administrasi rekrutmen PPPK, BUMN, serta kelengkapan berkas profesi guru.

“Secara umum, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tulungagung tetap terjaga dengan baik. Termasuk pelaksanaan 12 aksi unjuk rasa sepanjang tahun 2025 yang berlangsung aman dan kondusif,” pungkas Kapolres. (Winarti)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

Terkini