Tulungagung – Lintasnusantara.com – Ketekunan dan disiplin tinggi telah mengiringi perjalanan Wahyu Febriyani, siswi asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek (RT 20 RW 05), dalam menekuni dunia bela diri sejak ia masih duduk di bangku kelas 1 SD.
Di saat anak-anak seusianya masih fokus beradaptasi dengan pelajaran sekolah, Wahyu sudah mampu membagi waktu antara akademik dan latihan bela diri. Setiap hari ia hadir di tempat latihan dengan semangat yang konsisten, seakan tekadnya telah tertanam kuat sejak lahir.
Perjalanannya dari kelas 1 SD hingga kini mencapai kelas 4 SD bukanlah proses yang mudah. Ada masa-masa ketika tubuhnya terasa lelah, namun dirinya tak pernah berhenti. Setiap rintangan justru ia jadikan dorongan untuk melangkah semakin maju.
Berbagai kejuaraan yang diikutinya telah membuahkan sejumlah medali dan piala. Deretan prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi orang tuanya, tetapi juga memberi inspirasi bagi teman-temannya di sekolah.
Di balik setiap kemenangan, Wahyu menyimpan prinsip penting yang selalu ia pegang teguh: bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten, kedisiplinan, serta keberanian untuk bangkit dan mencoba lagi.
Meski pernah mengalami kegagalan, Wahyu memahami bahwa bela diri bukan hanya tentang kekuatan fisik. Ada nilai karakter yang dibangun—menghormati lawan, mengendalikan emosi, bersikap sportif, dan tetap berdiri meski sempat terjatuh.
Tim berharap perjalanan Wahyu Febriyani terus membawa inspirasi bagi generasi muda lainnya.(winarti)
