Tulungagung - Linatasnusantara,Com-Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung sukses menyelenggarakan pelatihan kreator digital melalui program “Tulungagung Creator Uprising: Penguatan Komunitas Content Creator Lokal Melalui Optimalisasi Platform Afiliasi E–Commerce”.
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dijalankan kampus sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan masyarakat melalui program berkelanjutan.
Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas komunitas kreator konten lokal, khususnya di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu.
Ketua tim pelaksana, Titik Lina Widyaningsih, M.Pd., menuturkan bahwa pelatihan disusun untuk menjawab kebutuhan praktis para kreator.
Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan konten, mulai dari penulisan naskah promosi, pembuatan voice over, hingga teknik penyuntingan video.
“Melalui pendekatan ini, kami berharap kreator lokal mampu menghasilkan konten berkualitas sekaligus memanfaatkan peluang yang ditawarkan program afiliasi e-commerce,” ujar Titik.
Pelatihan ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen lintas program studi. Selain Titik, kegiatan turut didukung Yayak Kartika Sari, M.Kom. dari Prodi Informatika, Dr. Imam Sukwatus Suja’i, M.Si. dari Prodi Pendidikan Ekonomi, serta dua mahasiswa yang berperan sebagai asisten lapangan.
Sinergi lintas bidang ini membuat pelatihan lebih aplikatif dengan menggabungkan aspek teknologi, bahasa, dan strategi ekonomi digital.
Peserta juga dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang produksi konten, termasuk pembuatan deskripsi produk yang menarik hingga strategi pemasaran melalui Shopee Affiliate Program.
Dampaknya, para kreator yang semula hanya menghasilkan konten sederhana kini mulai mampu membuat materi promosi lebih profesional dan berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan.
Menurut Titik, pelatihan ini tidak hanya sebatas transfer ilmu, melainkan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.
“Sinergi antara pendidikan tinggi dan komunitas kreator lokal sangat penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegasnya.
Program Tulungagung Creator Uprising memperlihatkan bagaimana kolaborasi kampus dan masyarakat dapat memberikan dampak langsung di tingkat akar rumput.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri para kreator lokal untuk lebih produktif dan kompetitif di era digital.
Reporter : Winarti
