KEDIRI – Lintasnusantara, Com – Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Berbagai potensi yang ada di lingkungan sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran nyata bagi siswa. Hal tersebut ditunjukkan oleh SMPN 1 Kunjang yang menggelar kegiatan penanaman lidah buaya di area sekolah.
Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru, terlibat dalam kegiatan bertajuk Tanam Lidah Buaya (Talibuy) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 1 hingga 2 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan penuh antusias.
Dalam pelaksanaannya, SMPN 1 Kunjang bekerja sama dengan PT Keong Nusantara Abadi yang turut mendukung dengan menyediakan sebanyak 270 bibit lidah buaya secara gratis. Selain itu, pihak perusahaan juga memberikan pendampingan langsung mulai dari proses penanaman hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan mendapatkan pembekalan mengenai teknik menanam yang benar. Materi yang diberikan meliputi penataan media tanam, perbandingan sekam dan tanah, serta pengaturan jarak tanam agar tanaman dapat tumbuh optimal. Setelah itu, para siswa bersama wali kelas langsung mempraktikkan penanaman di halaman sekolah.
Setiap kelas mendapat jatah sekitar 10 tanaman untuk dirawat. Bibit lidah buaya tersebut berasal dari pabrik Wong Coco milik PT Keong Nusantara Abadi yang berlokasi di wilayah Kunjang, Kediri.
Menariknya, dalam kegiatan ini para siswa tampil dengan mengenakan atribut khas petani. Mulai dari pakaian lengan panjang, daster bagi siswi, hingga topi dan caping untuk melindungi diri dari terik matahari. Hal ini menambah semangat sekaligus memberikan nuansa berbeda dalam proses belajar di luar kelas.
Meski kegiatan berlangsung di tengah bulan Ramadan, semangat para siswa dan guru tetap tinggi. Mereka tetap antusias mengikuti setiap tahapan penanaman meski harus menghadapi rasa lelah dan haus.
Salah satu siswa kelas 8E, Galang, mengatakan bahwa dalam menanam lidah buaya diperlukan jarak yang tepat agar tanaman dapat berkembang dengan baik.
“Kalau terlalu dekat nanti saling berhimpitan saat besar,” ujarnya.
Pemilihan lidah buaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kunjang. Banyak warga yang membudidayakannya, baik di kebun maupun di pekarangan rumah. Bahkan, daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi dan ekspor lidah buaya di Kediri.
Zahra, siswa kelas 9A, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengetahuan baru tentang cara menanam lidah buaya dengan benar. Hal serupa juga disampaikan Fathiya dari kelas 8F yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, terlebih siswa juga diajarkan cara mengolah lidah buaya menjadi produk sehari-hari seperti sampo.
Kepala SMPN 1 Kunjang, Kristien Endah Riwayati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, terutama para siswa yang berperan aktif menyukseskan program tersebut.
Ia berharap kegiatan Talibuy dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih mengenal potensi lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. (wndo)
